bisnis.com

BISNIS SYARIAH: Staco Mandiri bidik premi naik 17%
Oleh Anggi Oktarinda
Selasa, 17 Januari 2012 | 18:32 WIB

JAKARTA: PT Asuransi Staco Mandiri, perusahaan yang bergerak di bidang asuransi umum, mengincar perolehan premi bruto dari unit usaha syariah sebesar Rp7,4 miliar pada tahun ini, tumbuh 17,5% dari Rp6,3 miliar pada tahun lalu.

Direktur Utama Staco Mandiri Ruhari mengatakan pihaknya akan menggenjot sejumlah lini usaha yang menjadi andalan dalam bisnis asuransi syariah milik oleh perusahaan, antara lain asuransi kecelakaan diri (personal accident/PA) dan kendaraan bermotor.

“PA plus termasuk yang paling potensial. Saat ini kami sedang menjajaki kerja sama dengan beberapa calon rekan bisnis. Salah satunya dengan salah satu bank syariah untuk menjamin risiko personal accident nasabahnya,” katanya kepada Bisnis, hari ini 17 Januari 2012.

Menurut dia, perseroan juga akan meningkatkan kapasitas pertanggungan risiko asuransi berbasis syariah dan mengurangi pengalihan risiko kepada pihak ketiga atau perusahaan reasuransi.

Jika sepanjang tahun lalu perusahaan mencatatkan perolehan premi netto sebesar Rp1 miliar atau 15,62% dari total premi bruto sebesar Rp6,4 miliar, pada tahun ini Ruhari menargetkan premi netto sebesar Rp1,5 miliar atau 20,27% dari total target premi bruto Rp7,4 miliar.

“Sebagian besar perolehan premi kami asuransikan kembali ke perusahaan reasuransi, sementara premi yang dipegang sendiri kecil. Tahun ini kami akan meningkatkan premi netto sebesar 50% dari tahun lalu,” katanya.

Kenaikan premi netto tersebut, lanjutnya, akan digenjot dari segmen asuransi ritel. Hal itu memungkinkan karena profil risiko asuransi untuk segmen ritel terhitung kecil.

“Jika tahun lalu hanya 12,5% bisnis ritel yang kami pegang sendiri, maka tahun ini kami akan meningkatkannya menjadi 30%. Hal-hal seperti ini harus dilakukan agar bisnis dapat bertumbuh besar,” katanya.

Dia menuturkan segmen ritel mendominasi bisnis perusahaan. Segmen ritel, lanjutnya, memberikan kontribusi sebesar 85% terhadap perolehan premi bruto pada tahun lalu yaitu sebesar Rp5,3 miliar. Sementara itu sebanyak 15% atau hampir Rp1 miliar berasal dari segmen korporasi.

Sampai dengan saat ini, perseroan telah memiliki setidaknya 10 lini usaha yang menawarkan produk asuransi berbasis syariah. Antara lain asuransi kebakaran, cash in transit, cash in safe, cash in cashier box, contractor all risk, erections all risk, kecelakaan diri, kendaraan bermotor, pengangkutan, rangka kapal, dan lain-lain.(faa)

Baca original source: http://www.bisnis.com/articles/bisnis-syariah-staco-mandiri-bidik-premi-naik-17-percent