Kontan.co.id

Selasa, 24 Januari 2012 | 15:48  oleh Feri Kristianto

JAKARTA. Bayang-bayang krisis Eropa di tahun ini membuat perusahaan asuransi berancang-ancang mengubah portofolio investasi demi mengamankan dana mereka. Lihat saja PT Asuransi Staco Mandiri, mereka akan memperbesar investasi di reksadana. "Kami akan ambil keputusan ini setelah triwulan pertama," ujar Ruhari, Direktur Utama Staco Mandiri akhir pekan lalu.

Rencananya, investasi Staco Mandiri di reksadana jenis pendapatan tetap akan dikerek menjadi 40%, dari tahun sebelumnya hanya 30%. Alhasil portofolio di deposito turun jadi 50%, dari sebelumnya 61%. Sedangkan investasi di saham masih tetap sama seperti tahun lalu 5% dan sisanya di obligasi. Ruhari mengatakan, perubahan ini disebabkan imbal hasil deposito tahun ini rata-rata turun 1%.

Sementara target hasil investasi Staco Mandiri tetap dipatok tinggi, yakni Rp 4,5 miliar alias naik 21% dari tahun lalu. Asal tahu saja, tahun 2011, total dana kelolaan Staco Mandiri sebanyak Rp 68 miliar, dengan hasil investasi Rp 3,7 miliar. Pencapaian ini tidak sesuai target hasil investasi sebesar Rp 4,4 miliar. "Secara tidak langsung kami kehilangan Rp 700 miliar," hitung Ruhari.

Menurut Ruhari, tahun ini investasi di reksadana makin menggiurkan karena ada beberapa perusahaan sekuritas sudah menawarkan beberapa produk terbaru, di mana hasil investasi yang dijanjikan sebesar 11%-15% per tahun. Dengan syarat, Staco Mandiri menempatkan dananya selama 3 tahun. "Sudah banyak menawari kami, rata-rata reksadana tapi penjualannya terbatas," terangnya.

 

Baca original source: http://keuangan.kontan.co.id/news/staco-mandiri-perbesar-investasi-reksadana